Wisata Sejarah Perjuangan di Museum Palagan Bojongkokosan, Parungkuda, Sukabumi

Selamat berakhir pekan kawan-kawan. Akhir pekan ini, kita mau kemana nih sudah tahu tempat yang sangat cocok buat kawan untuk sekadar menghirup udara segar atau hanya ingin menikmati keindahan alam? Tunggu dulu, kali ini saya akan merekomendasikan kegiatan akhir pekan kawan-kawan untuk menikmati wisata sejarah yang sarat akan perjuangan para Pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Bagi kawan orang Sukabumi, atau siapapun kawan-kawan yang pernah melewati jalur Nasional Jakarta - Bandung melalui jalur Sukabumi sudah pasti akan melewati tempat bersejarah ini, yaitu Museum Perjuangan Palagan Bojongkokosan. Tepatnya di Jl. Raya Siliwangi KM. 57 no. 26 RT. 01/07 Desa. Bojongkokosan, Parungkuda, Kab. Sukabumi.


Di tempat ini, kawan akan mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai kisah perjuangan R.H. Edie Sukardi bersama adiknya R.H. Harry Sukardi keduanya adalah tokoh yang turut berjuang bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) lainnya serta dibantu oleh pejuang Laskar Pejuang Rakyat Sukabumi. R.H. Edie Sukardi merupakan tokoh PETA dari Bandung yang di paksa bertugas di Sukabumi pada masa Penjajahan Jepang dulu.

Perlawanan bersejarah yang berlangsung pada 9 hingga 12 Desember 1945 tersebut yang kemudian menyulut terjadinya peristiwan Bandung Lautan Api, merupakan sejarah yang mencatat bahwa tentara sekutu Inggris bersama NICA (Belanda) masih berambisi untuk menjajah kembali bangsa Indonesia. Perlawanan yang ditunjukan oleh rakyat Sukabumi ini, merupakan sebuah wujud nyata bahwa rakyat Sukabumi memiliki peranan penting terhadap mempertahankan keutuhan dan hakikat dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, perang konvoi juga turut terjadi di lokasi tersebut pada tanggal 10 hingga 14 maret 1946.

Jika pada tahun sebelum 2018 kawan-kawan menyaksikan gedung Museum yang kumuh dan tidak terawat dengan benar. Pada tahun 2019 museum tersebut sudah mendapatkan pemugaran yang dianggarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya, Direktorat Jenderal Budaya, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman melalui APBN 2018. Oleh karenanya, jika sekarang kawan-kawan ke gedung museum ini akan mendapatkan wajah baru yang berbeda.

Selain kawan akan mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai sejarah perjuangan rakyat Sukabumi, kawan-kawan juga dapat menikmati udara segar di sebuah kebun yang ditanami pepohonan yang besar dan menjulang tinggi sehingga suasananya rindang amat terasa sekali. Di muka, kawan akan mendapati alun-alun yang terdapat tugu sebagai replika perjuangan, dan di samping gerbang kedua juga di pajang sebuah mobil tank milik tentara sekutu yang konon katanya digunakan pada saat perang di tempat tersebut.

Penasaran bukan seperti apa kisah yang sebenarnya terjadi pada perang perjuangan pahlawan Bojongkokosan dalam menghadang tentara sekutu? Sekuy!!! kawan-kawan, sing-singkan lengan dan belajar di Museum Palagan Bojongkokosan.

Posting Komentar

0 Komentar